Publikasi

Berita, Informasi, Prestasi Siswa

Hari Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN Tanjungrejo 5 Malang

Sebelumnya Selanjutnya Siswa mengikuti kegiatan sikat gigi massal dalam peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional di SDN Tanjungrejo 5, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (12/9/2022). Kegiatan yang diadakan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) tersebut serentak di berbagai kota di Indonesia untuk mengantisipasi penyakit gigi dan mulut terutama radang gusi dan gigi berlubang yang sering dialami oleh anak-anak. SURYA/PURWANTO Sumber: Tribunnews.com

Berita, Prestasi Siswa

Dalang Cilik Siswa SDN Tanjungrejo 5 Tampil Memukau di Wisuda 2022

Malang Post – Lakon Hanoman Duta, si kera putih di dunia pewayangan, dikenal sosok Hanoman, ditampilkan oleh dalang cilik asli Kota Malang. Yang juga siswa kelas VI SDN Tanjungrejo 5, yakni Boma Raditya Lingga Nata. Putra keempat pasangan Nanang Pramudya dan Sulastri ini, sukses menampilkannya pada acara wisuda kelas VI SDN Tanjungrejo 5, Sukun Kota Malang, Senin (27/06/2022). Menurut Boma, alasan mengambil lakon Hanoman Duta, karena sosok Hanoman berjiwa ksatria dan pahlawan. Sekaligus penyelamat seorang Dewi Shinta, istri Rama dari cengkeraman Rahwana. “Saya betul-betul terinspirasi akan aksi Hanoman tersebut. Kendati cita-cita saya kelak ingin jadi seorang anggota TNI, tapi berkeinginan mengimplementasikan seorang Hanoman ke dunia nyata,” ucap Boma. Lanjut dalang cilik ini, dirinya tidak akan melupakan jiwa seni karawitannya. Walaupun nantinya sudah sukses sesuai Impiannya. Utamanya dunia dalang. Serta gemar memainkan gamelan.”Dua bakat itu akan terus saya kembangkan, walaupun sekedar sampingan,” terang calon siswa SMPN 18 Malang ini. Dunia pedalangan yang digemari ini, sepertinya mewarisi darah seni orang tua. Yang kerap manggung dimana-mana. Meski dia mengakui agak grogi, ketika tampil dihadapan teman-temannya. Ayah dari Boma Raditya, Nanang Pramudya menambahkan, bakat dalang dari putranya, diketahui sejak kelas III SD. Terutama saat Bona ikut dalam perjalanannya manggung di beberapa tempat. Seperti Surabaya, Madiun dan lainnya. “Keluarga kami memang suka seni. Utamanya karawitan dan dalang. Namun begitu, cita-cita atau Impiannya nanti bagaimana, biar putra-putri kami yang menentukan. Kami sebagai orang tua hanya bisa mendukungnya,” tambah Nanang, usai mendampingi putra tampil di wisuda SDN Tanjungrejo 5 Malang. Kepala SDN Tanjungrejo 5, Hendri Chosida juga mengakui, Boma piawai sebagai dalang cilik, sepertinya mewarisi darah seni orang tuanya. Ayahnya adalah dalang, sekaligus pengurus persatuan dalang di Kota Malang. “Ibu juga pecinta seni. Bahkan menjadi sinden. Termasuk kakaknya Boma, ikut juga jadi pengrawit (pemukul gamelan, Red.). Semoga bakat seninya bisa menghantarkan ananda Boma meraih impiannya,” ujar Chosida. Katanya lagi, secara non akademik, Boma saat ini diterima sebagai siswa di SMPN 18 Malang, dari jalur prestasi lomba. “Namun untuk akademiknya, ananda grade-nya sedang-sedang saja. Kelak di SMP dan SMA hingga kuliahnya nanti, semoga ananda dari sisi akademik dan non akademik, sama-sama cemerlang,” pungkasnya. (Iwan – Ra Indrata). Sumber: Malang-post.com

Berita, Informasi, Prestasi Siswa

Pelepasan Siswa Kelas VI di SDN Tanjungrejo 5 Kota Malang Dimeriahkan Penampilan Dalang Cilik

Acara pelepasan siswa kelas VI menjadi istimewa meski dihelat di halaman sekolah. Dalang ciliknya adalah Boma Raditya Lingga Nata, yang berusia 13 tahun Ia memberikan penampilan terbaiknya di sekolahnya. Pentas berdurasi 15 menit itu mengangkat judul “Anoman Duta”. “Sebenarnya saya agak malu dilihat teman-teman,” kata Boma pada suryamalang.com sebelum tampil. Padahal teman-teman sekolahnya tahu ia adalah dalang cilik yang memiliki prestasi di pedalangan dan karawitan.  Panggung pentasnya diletakkan dibawa pohon beringin yang menyejukkan sekolah. Sehingga bisa disaksikan dari segala sisi. “Untuk pentas ini, saya berlatih terutama pada dialog-dialognya,” jawab Boma yang diterima sebagai siswa SMPN 18 Kota Malang di jalur prestasi lomba.  Karena durasi manggungnya tak panjang, maka tak banyak tokoh yang ditampilkan. Yaitu ada tokoh Anoman dan Dewi Shinta. Ceritanya adalah Anoman membantu Dewi Shinta dari cengkeraman Rahwana. Putra Nanang Pramudya-Sulastri ini juga memberi pesan agar siswa tidak banyak main HP dan tak melupakan belajar. Sedang Hendri Chosida, Kepala SDN Tanjungrejo 5 mengatakan sangat mendukung kiprah Boma. “Sehingga kami mengangkat kearifan lokal dengan pentas wayang kulit ini sebagai kesenian khas Jawa,” jawab Ida, panggilan akrabnya. Ini juga memberi inspirasi untuk menggiatkan lagi karawitan di sekolah. Apalagi sekolah juga memiliki perangkat gamelan. Seluruh siswa kelas 6 di SDN ini lulus semua. Sumber: SURYAMALANG.com

Scroll to Top